Bahasa Bekasi Part I
Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan isteri saya mengenai situasi di Bekasi. Obrolan kesana-kemari hingga sampai pada kata-kata khas Bekasi yang saya gunakan. Maklum, saya asli Bekasi sedangkan isteri saya dari Jawa (Brebes – Salatiga), meski lahir dan besar di Jakarta & Bekasi.
Salah satu bahas Bekasi yang saya gunakan adalah “Tublek…”. Tahu tublek ? Tublek <> Tumpah. Kalau tumpah biasanya lebih berasosiasi pada air, kalau tublek lebih kepada benda padat. Intinya adalah jatuh berantakan. Contohnya : “Tukang warung itu lari sambil membawa nasi dibakul. Karena kakinya tersandung akar pohon akasia, bakulnya Tublek hingga nasinya menjadi kotor.”
Selain tublek, ada banyak kata Bekasi untuk kata “Mengejar / Kejar”. Ada Dioyok-oyok, diuber-uber, dibledig-bledig, hingga diudag-udag. Dioyok-oyok biasanya digunakan jika yang dikejar hampir tertangkap, sedangkan Diuber-Uber biasanya lari cepat saling kejar tapi belum tertangkap, Dibledig-bledig biasanya digunakan untuk menggambarkan orang tua yang mengejar anaknya yang bandel (kasar pengucapannya), dan terakhir, Diudag-udag mirip dengan kesemuanya, lebih kepada lari lintang pukang.









wah ternyata Bekasi punya ‘bahasanya’ sendiri ya… bisa makin memperkaya kosa kata Bahasa Indonesia nih…
ajibbb loeeeee banggg… ngakak gw….
thanks…
Salam,
matt
Leave your response!
Recent Posts
Recent Comments
Contributors
Archives