Home » Featured

Bahasa Bekasi Part I

7 October 2008 2 Comments

Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan isteri saya mengenai situasi di Bekasi. Obrolan kesana-kemari hingga sampai pada kata-kata khas Bekasi yang saya gunakan. Maklum, saya asli Bekasi sedangkan isteri saya dari Jawa (Brebes – Salatiga), meski lahir dan besar di Jakarta & Bekasi.

Salah satu bahas Bekasi yang saya gunakan adalah “Tublek…”. Tahu tublek ? Tublek <> Tumpah. Kalau tumpah biasanya lebih berasosiasi pada air, kalau tublek lebih kepada benda padat. Intinya adalah jatuh berantakan. Contohnya : “Tukang warung itu lari sambil membawa nasi dibakul. Karena kakinya tersandung akar pohon akasia, bakulnya Tublek hingga nasinya menjadi kotor.”

Selain tublek, ada banyak kata Bekasi untuk kata “Mengejar / Kejar”. Ada Dioyok-oyok, diuber-uber, dibledig-bledig, hingga diudag-udag. Dioyok-oyok biasanya digunakan jika yang dikejar hampir tertangkap, sedangkan Diuber-Uber biasanya lari cepat saling kejar tapi belum tertangkap, Dibledig-bledig biasanya digunakan untuk menggambarkan orang tua yang mengejar anaknya yang bandel (kasar pengucapannya), dan terakhir, Diudag-udag mirip dengan kesemuanya, lebih kepada lari lintang pukang.

2 Comments »

  • Bahasa, please! said:

    wah ternyata Bekasi punya ‘bahasanya’ sendiri ya… bisa makin memperkaya kosa kata Bahasa Indonesia nih… :D

  • matt said:

    ajibbb loeeeee banggg… ngakak gw….

    thanks…

    Salam,
    matt

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.